Mengungkap Kisah Sejarah Masa Lalu Kabupaten Jombang di Prasasti Sumber Gurit

Pada masa lalu, Kabupaten Jombang memang bukan merupakan suatu kawasan yang pernah menjadi pusat kekuasaan atau kerajaan. Sungguh sangat berbeda dibanding dengan kota lain di Provinsi Jawa Timur khususnya Kediri dan Surabaya. Kedua kota tersebut punya berbagai kisah sejarah yang sangat panjang, terkait dengan peran pentingnya daerah ini di zaman dulu.

Prasasti menjadi bukti

Akan tetapi dibalik itu semua Jombang tetap jadi daerah yang pada waktu lampau merupakan bagian kekuasaan suatu kerajaan. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya puluhan penemuan benda-benda sejarah di kabupaten tersebut. Bentuknya bermacam-macam seperti candi, arca, batu-batu kuno hingga prasasti.

Khusus untuk prasasti, mempunyai keistimewaan tersendiri. Karena melalui prasasti ini akan dapat diketahui penjelasan lebih lengkap tentang kisah-kisah sejarah masa lalu di suatu area atau wilayah. Sementara itu di Kabupaten Jombang sendiri, salah satu prasasti yang berhasil ditemukan adalah Prasasti Sumber Garit.

Benda sejarah ini dapat dikunjungi wisatawan di Dusun Sumber Gurit, Kalurahan Katemas, Kecamatan Kudu, Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur. Lokasinya dapat dijangkau dari pusat kota Jombang dengan jarak kurang lebih 15 kearah utara.

Secara singkat rute perjalanan ini diawali dari Jombang kemudian menuju Ploso dan lanjut ke Pasar Tapen. Setelah itu dapat langsung belok hingga hingga sampai di Kecamatan Katemas. Dari sini tinggal bertanya penduduk sekitar, karena keberadaan Prasasti Sumber Girit sangat dikenal oleh masyarakat di sana.

Peninggalan Raja Airlangga

Di kalangan wisatawan, peneliti dan ahli sejarah hingga arkeolog, Prasasti Sumber Gurit juga sering disebut dengan nama lain yaitu Prasasti Munggut. Benda sejarah yang terbuat dari batu andesit ini merupakan sebuah peninggalan dari raja besar, Raja Airlangga.

Dia merupakan sesosok yang berhasil mendirikan Kerajaan Kahuripan yang tidak lain adalah penerus dari dinasti Mataram Kuno atau Kerajaan Medang. Prasasti tersebut ditulis memakai huruf Jawa Kuno. Pada sisi depan dan belakang, masing-masing memuat tulisan sebanyak 24 baris. Sedangkan di sisi samping kiri dan kanan, jumlah keseluruhannya ada 42 baris.

Prasasti ini berisi suatu ketetapan atau keputusan dari Raja Airlangga yang menjadikan Desa Munggut (sekarang bernama Desa Sumber Garit) sebagai wilayah perdikan. Maksud wilayah perdikan adalah daerah yang tidak punya kewajiban membayar pajak, tapi kekuasannya tetap berada dibawah kerajaan tertentu.

Dalam benda sejarah Prasasti Sumber Gurit atau Prasasti Munggut terdapat suatu tulisan yang merujuk pada sebuah waktu yaitu 14 Krinapaksa, Caitra, 944 Saka. Artinya yaitu prasasti ini dibuat pada tanggal 3 bulan April Tahun 1022 Masehi.