Gereja Kristen Jawi Jombang, Situs Sejarah Nasrani di Kota Santri

Jombang dikenal sebagai Kota Santri. Mendengar julukannya, sudah pasti angan yang terbayang, mayoritas penduduknya beragama Islam. Meski demikian, bukan berarti di tempat ini tak ada kerukunan antar umat beragama. Sebaliknya, toleransi sangat dijunjung tinggi. Tempat peribadatan milik agama lain banyak berdiri, termasuk Gereja Kristen Jawi yang bisa dikatakan sebagai situs sejarah Nasrani di Kota Santri.

Dikatakan demikian karena gereja ini bukan gereja baru yang dibangun baru-baru ini. Akan tetapi, gereja yang berlokasi di Mojowarno, Jombang ini sudah dibangun sejak 1879. Peresmian geraja tersebut dilakukan pada 3 Maret 1881. Artinya, tempat peribadatan kaum Nasrani ini sudah ada sejak zaman Kolonial Hindia Belanda. Menurut sumber sejarah, Gereja Kristen Jawi Jombang termausk gereja Kristen tertua di Indonesia.

Gereja ini memiliki andil besar dalam penyebaran agama Kristen Protestan masa masa Kolonial Hindia Belanda. Sekarang, gereja ini masih dijadikan sebagai tempat ibadah umat Nasrani. Menariknya, gereja ini juga menjadi pusat Unduh-unduh, yaitu tradisi syukuran panen. Biasanya tradisi ini dilakukan pada bulan Mei. Prosesi tradisi itu termasuk karnaval yang para pesertanya membawa hasil panen.

Sementara itu, ditinjau dari bentuk bangunananya, gereja ini sangat kental dengan arsitektur bergaya Barat atau Eropa. Hal itu telihat dari bentuk tiang-tiang yang ada di teras gereja. Meski demikian, nuansa Jawa juga hadir dengan tulisan yang menghiasi bagian atas gereja.

Bagian lain yang cukup menarik adalah, sebuah menara juga tampak gagah menjulang, di dalamnya terdapat lonceng tua. Lonceng yang tergantung saat ini merupakan lonceng pengganti yang diganti pada Agustus 2016 silam. Sementara lonceng lama sudah ditanggalkan.

Lonceng lama memiliki ukuran yang lebih besar dari lonceng baru. Pada lonceng lama juga terdapat 4 emblem yang mengelilinginya, Konon, lonceng itu sudah ada sejak 1873. Artinya, lonceng itu berusia lebih tua dibandingkan gereja, karena pembangunan gereja baru dimulai pada 1879.

Meski sudah berusia tua, Gereja Kristen Jawi Jombang masih kokoh berdiri dan menjadi saksi bisu sejarah Nasrani sekaligus bukti toleransi di Kota Santri. (y)